
I just finished watching this movie and all i can say is AWESOME!!!. this movie made me cried my eyes out.. Film ini berbeda banget dari film2 Islam sebelumnya. Biarpun sutradaranya sama, tapi film ini jauuuuhhh lebih menarik alur ceritanya dibandingkan dengan Ayat-ayat cinta. Film ini menceritakan mengenai keadilan kepada wanita dimata Islam. Seperti:
-Jika seorang istri menolak untuk melayani suami maka ia akan berdosa
-Jika seorang istri membantah perkataan suami nya maka ia akan berdosa
-Jika seorang istri menceraikan suami nya makan ia akan berjalan di hari kiamat dengan muka rata dan lidah terjulur dari mulutnya
Coba kalau sekarang kita balik jadi:
-Jika seorang suami menunda-nunda untuk melayani sang istri karena terlalu lelah bekerja atau alasan yang lain, apakah sang suami juga akan berdosa???
-Jika seorang istri membantah perkataan suaminya, karena apa yang dikatakan suaminya adalah sebuah kenistaan, apakah sang istri masih tetap berdosa???
-jika sang suami yang menceraikan istrinya karena ingin menikah dengan wanita yang lebih segalanya dari istrinya yang sekarang, apakah sang suami akan berdosa???
Kenapa segala sesuatunya harus dibebankan terhadap wanita?
Padahal di Al-Qur'an Alkareem jelas-jelas tertulis bahwa:
'Surga berada di telapak kaki para Wanita'
Setelah nonton film ini, saya teringat dengan buku yang saya baca mengenai putri raja Saudi yang menceritakan mengenai ketidakadilan terhadap wanita di Saudi. Judul bukunya PRINCESS. whereby this book has revealed the story of equality of men and women has not worked out in Saudi, but the status of women in Islam is more problematic in that canon law is applied according to the social climate. In which there are rule and regulation that allow women to unwelcome marriages, execution at whim, and the boredom of purdah. its a must read book for all women in the world!! =]
gw ga akan nulis panjang2 tentang ini soalnya nanti gw jadi emosi sendiri. hehehe. so mendingan nonton filmnya and baca buku nya. Gw cuma bisa berdoa semoga Allah bisa memberikan keadilan kepada seluruh wanita di dunia yang menderita dalam pencapaian hak-hak nya. amiiinn..
.oh yeah i got a good quotation from the story:
“Jangan sebut aku perempuan sejati, bila masih berkalang lelaki. Namun bukan berarti aku tak butuh mereka”
.cheers.
No comments:
Post a Comment